Sunday 22 September 2013

Paradigma Baru Dalam PKN di SD



Resume
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SD 2
Tentang
Paradigma Baru Dalam PKN di SD


KELOMPOK 6
Anggota Kelompok:
1. FLORY KRESINDA SONNIE   (1105676)
2. SYAMSIROHNI                           (1105669)
3. BENNY AULIA RAHMAN        (1105639)
4. RINO SURIA SANJAYA                        (1105683)
5. ZULFIKRI YUNIZEN                (1105624)

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2013

Paradigma Baru Dalam PKN di SD
Paradigma merupakan sebuah kerangka berpikir yang digunakan dalam proses pendidikan kewarganegaraan di indonesia.  Pkn dengan paradigma baru mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan, ketrampilan, dan disposisi kepribadian warga negara yang fungsional bukan hanya dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga dalam masyarakat di era global. 
Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yangsemakin ketat, maka bangsa indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis. Dalam masa transisi atau proses perjalanan bangsa menuju masyarakat madani (civilsociety), pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata pelajaran di persekolahan perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah.
Tugas pkn dengan paradigma barunya yaitu mengembangkan pendidikan demokrasi mengemban tiga fungsi pokok, yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic knowledge), membina keterampilan warga negara (civic skill) dan membentuk watak warganegara (civic disposition). Selanjutnya, untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma baru pkn. Keunggulan dari paradigma baru pkn dengan model pembelajaran yang memfokuskanpada kegiatan belajar siswa aktif (active students learning) dan pendekatan inkuiri (inquiry approach). Model pembelajaran pkn dengan paradigma baru memiliki karakteristik:
a.       Membelajarkan dan melatih siswa berpikir kritis
b.      Membawa siswa mengenal, memilih dan memecahkan masalah
c.       Melatih siswa dalam berpikir sesuai dengan metode ilmiah
d.      Melatih siswa untuk berpikir dengan ketrampilan sosial lain yang sejalan dengan pendekatan inkuiri.

Dengan adanya paradigma baru dalam pembelajaran pkn ini, maka memunculkan suatu proses pembelajaran baru. Karena masalah utama dalam pembelajaran pkn ialah penggunaan metode pembelajaran yang terkesan kaku, kurang flkesibel, kurang demokratis, dan cenderung lebih dominan one way method. Guru pkn mengajar lebih banyak mengejar target yang berorientasi pada nilai ujian akhir, disamping masih menggunakan model konvensional yang monoton, aktivitas guru lebih dominan daripada siswa, akibatnya guru seringkali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai, sikap, dan tindakan.
Maka untuk mengatasi masalah tersebut dari paradigma baru itu muncul suatu model pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai alternatif pendekatan, yaitu model pembelajaran berbasis portofolio (portfolio based learning) atau proyek belajar kewarganegaraan kami bangsa indonesia (pkkbi) yang diharapkan mampu melibatkan siswa dalam keseluruhan proses pembelajaran dan melibatkan seluruh aspek yaitu, kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.
Pendekatan portofolio ini ditandai dengan karakteristik siswa belajar aktif dan pendekatan inkuiri. Adapun dengan munculnya paradigma baru pembelajaran pkn melalui model portofolio ini diharapkan mampu melaksanakan peran pembelajaran dengan baik. Yaitu untuk membelajarkan dan melatih peserta didik untuk berpikir kritis, membawa peserta didik mengenal objek/subjek masalah dalam kehidupannya, memilih dan bisa memecahkan problem atau masalah, serta melatih peserta didik dalam berpikir dengan ilmiah.
Bidang studi pkn merupakan suatu bidang kajian ilmiah dan program pendidikan sekolah dan diterima sebagai wahana utama dalam esensi pendidikan demokrasi di indonesia. Dalam paradigma baru bidang studi pkn terdapat beberapa karakteristik, yaitu:
1)      Civic intellegency, yaitu kecerdasan dan daya nalar warga negara yang baik dalam dimensi spiritual, rasional, emosional, maupun sosial.
2)      Civic responsibility, yaitu kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
3)      Civic participation, yaitu kemampuan berpartisipasi warga negara atas dasar tanggung jawabnya, baik secara individual, sosial, maupun sebagai pemimpin hari depan.
Karakteristik-karakteristik tersebut diwujudkan dalam tiga kelompok kompetensi dalam bidang studi pkn, yaitu:
(1)   Kompetensi untuk menguasai pengetahuan kewarganegaraan;
a.         Memahami tujuan pemerintah dan prinsip-prinsip dasar konstitusi pemerintah republik indonesia.
b.        Mengetahui struktur, fungsi dan tugas pemerintah daerah dan nasional serta bagaimana keterlibatan warga negara membentuk kebijaksanaan publik.
c.         Mengetahui hubungan negara dan bangsa indonesia dengan negara-negara dan bangsa-bangsa lain beserta masalah-masalah dunia dan atau internasional.

(2)   Kompetensi untuk menguasai keterampilan kewarganegaraan;
a.         Mengambil atau menetapkan keputusan yang tepat melalui proses pemecahan masalah dan inkuiri.
b.        Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan suatu isu tertentu.
c.         Menentukan atau mengambil sikap guna mencapai suatu posisi tertentu.
d.        Membela atau mempertahankan posisi bagi mengemukakan argumen yang  kritis, logis dan rasional.
e.         Memaparkan suatu informasi yang penting pada khalayak umum.
f.         Membangun koalisi, kompromi, negosiasi, dan consensus (demokrasi).

(3)   Kompetansi untuk menguasai karakter kewarganegaraan;
-            Memberdayakan dirinya sebagai warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab untuk berpartisipasi secara efektif dan efisien dalam berbagai aktivitas masyarakat, politik, dan pemerintahan pada semua tingkat (daerah dan nasional).
-            Memahami bagaimana warga negara melaksanakan peranan, hak, dan tanggung jawab personal untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat pada semua tingkatan (daerah dan nasional).
-            Memahami, menghayati, dan menerapkan nilai-nilai budi pekerti, demokrasi, hak asasi manusia dan nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
-            Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari.


DAFTAR PUSTAKA

3 comments:

  1. ditunggu ya kak postingan selanjutnya......
    statistika dasar kalo boleh request....hiiii

    ReplyDelete