Tuesday 21 April 2020

Rangkuman Materi Belajar dari rumah di TVRI kelas 4-6 SD (Sekolah Dasar) Hari Rabu Tanggal 22 April 2020 SEJARAH BUDAYA MALUKU

Sejarah rempah di Kepulauan Banda di Provinsi Maluku
Rempah-rempah yang tumbuh dan ditanam di nusantara selama berabad-abad silam telah menjadi daya tarik bagi bangsa-bangsa asing untuk datang. Salah satu wilayah penghasil rempah terbesar di wilayah timur Indonesia adalah kepulauan Banda.

Kepulauan Banda adalah wilayah penghasil buah pala terbesar dan terbaik di dunia. Sejak abad ke 13, pala telah dibudidayakan oleh masyarakat Banda. Kemajuan perkembangan perdagangan pala pada abad ke 15 membuat Banda semakin ramai dikunjungi oleh orang-orang asing dan perlahan menguatkan Banda sebagai pelabuhan rempah yang ramai.

Sudah sejak lama pala dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan hidup manusia. Pada abad ke 9, di Mesir dan India pala digunakan sebagai pengawet jasad. Daging buah pala dapat dibuat sirup, kulit pembungkus biji pala dapat dimanfaatkan untuk membuat parfum dan biji pala dimanfaatkan untuk obat-obatan, bumbu masak, kosmetik dan minyak astiri.

Berbagai manfaat buah pala inilah yang membuat bangsa Eropa sejak abad ke 16 berlomba-lomba datang ke Banda. Pada abad pertengahan, harga pala dipasar Eropa sangat mahal. Kalau dibandingkan dengan zaman sekarang, seperti Gadget canggih yang harganya bisa puluhan juta rupiah

Rempah-rempah Maluku telah dimanfaatkan sejak zaman Romawi. Pala dibawah ke Eropa oleh para pedagang China yang singgah di Maluku. Pala juga dibawa oleh pedagang India melintasi Asia Tengah dan Asia Barat. Akhirrnya, pala tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Selama puluhan tahun, bangsa Eropa mengelilingi dunia mencari sumber rempah-rempah. Bangsa Portugis menjadi yang pertama kali mendarat di Banda pada tahun 1512.

Kedatangan bangsa Portugis kemudian disusul oleh kedatangan bangsa Belanda pada tahun 1599. Inggris pun tak mau kalah, mereka menyusul Belanda datang ke Banda pada tahun 1601. Persaingan Belanda dan Inggris memperebutkan pala di Banda akhirnya membuat Portugis tersisih.

Melalui serikat dagang VOC, Belanda menjalankan taktik yang kejam untuk menguasai perdagangan pala. Belanda bahkan tak segan menggunakan berbagai cara termasuk menyingkirkan para pemimpin desa atau yang dikenal dengan orang kaya.

Kedatangan bangsa Eropa yang ingin menguasai perdagangan pala membuat masyarakat Banda menderita. Kejayaan pala sebagai rempah-rempah yang dicari oleh masyarakat dunia justru membuat masyarakat Banda perlahan terpinggirkan

Pada abad ke 19, setelah Inggris berhasil merebut Pulau Run dari tangan Belanda, Inggris kemudian membawa pohon pala keluar dari Banda mulai menanamnya di Sumatera dan Malaysia. Sejak saat itu, monopoli perdagangan pala dunia yang dikuasai oleh VOC pun runtuh.

Kini pala dapat kita peroleh dengan mudah di seluruh Indonesia. Ibu dan nenek kita sering memakai bubuk pala sebagai bumbu dapur. Kita juga bisa menikmati berbagai olahannya seperti manisan, sirup, dan minyak gosok. Ternyata dibalik bentuk pala yang mungil tersimpan sejarah yang luar biasa.

Pertanyaan : Bagaimana cara membudidayakan tanaman buah pala?

Tari Soya-Soya Budaya Masyarakat Maluku Utara
Tarian Syoya-Soya adalah tarian perang yang menceritakan tentang peperangan, kemarahan masyarakat Maluku Utara. Sebenarnya, asalnya dari pulau kayowa (salah satu pulau di halmahera selatan) kemudian menyebar keseluruh maluku utara.

Latar Belakang Sejarah Adanya Tari Soya-Soya
Terciptanya tari soya-soya dilakukan secara sepontan. Pada saat masyarakat di daerah Maluku merasa marah mengetahui bahwa Sultan Babullah diculik dan dibunuh sehingga terciptanya tarian tersebut.

Kostum Tarian Soya-Soya
Setelan kemeja dan celana panjang, ada selempang kiri kanan warna merah atau kinung. Kemudian rok, yg memiliki empat warna. Selanjutnya topi,yang dinamakan Tuala Lipat. Tidak ada ornamen lain kecuali Ngana-Ngana (di tangan kanan) dan Salawaku (di tangan kiri) yang menggambarkan seperti ornamen untuk perang.

Gerakan Tarian Soya-Soya
Karena pemeran tarian soya-soya ditarikan oleh laki-laki semua, maka tidak menggunakan make up. Ada sekitar 12 gerakan dasar pada tarian Soya-Soya. Setiap pergerakan satu ke gerakan lainnya di sebut Saya. lalu gerakan yang disebut Suba, yaitu pada saat hormat yang menggambarkan menghormati atas jenazah Sultan Babullah. Kostum yang digunakan pada penari Soya-Soya sangat unik yaitu adaptasi dari bangsa Kolonial, ada atasan berwarna putih-putih dan memakai rok.

Pertanyaan : Soya-Soya merupakan salah satu tarian yang berasal dari daerah Maluku Utara. Apa yang harus kamu lakukan untuk melestarikan budaya nasional seperti tari Soya- Soya?


Lagu Rasa Sayange

Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Disana gunung disini gunung
Tengah-tengah bunga melati
Disana bingung disini bingung
Dua-dua teman sejati

Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Jalan-jalan ke Surabaya
Jangan lupa membeli pita
Jangan suka memandang saya
Nanti bisa sakit mata

Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange rasa sayang sayange
Lihat nona dari jauh rasa sayang sayange

Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
Boleh kita berjumpa lagi

Pertanyaan:
1. Apa nasihat yang terdapat dalam lagu “Rasa Sayange”?
2. Nyanyikan lagu “Rasa Sayange” di depan ayah bundamu!

No comments:

Post a Comment